MEKANISME TERJADINYA GEMPA
BUMI

OLEH:
MEILDASARY
ROMAN
60400114019
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2016
A. Pengertian Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran
atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari
dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa
disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu wilayah,
mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang dialami selama periode waktu.
Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat seismometer. Moment magnitudo adalah
skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala
rickter adalah skala yang dilaporkan oleh observatorium seismologi nasional yang
diukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. Kedua skala yang sama selama
rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir
tidak terlihat dan besarnya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di
daerah yang luas, tergantung pada ke dalaman gempa. Gempa bumi terbesar
bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya,
Gempa bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo.
Gempa di Jepang pada tahun 2011 dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak
pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.
Gempa bumi tektonik ini disebabkan oleh adanya aktivitas
tektonik, yaitu pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang
mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi
ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi
yang kuat mampu menjalar keseluruhan bagian bumi.
B. Tipe-tipe Gempa Bumi
Ada beberapa jenis gempa bumi :
1. Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ;
Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi
sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan
menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi.
Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
2. Gempa bumi tektonik ; Gempabumi ini
disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng
tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga
yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam
di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi.
Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena
pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan
dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan
dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tektonik plate (lempeng
tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian
besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti
salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan
bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa
tektonik.Gempa bumi tektonik memang unik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan
aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan
lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian
(geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk
menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan,
yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Gempa bumi tumbukan ;
Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke
bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
3. Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini
biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi
ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
4. Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan
adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti
peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.
C. Patahan
Adalah bentukan-bentukan alam di muka bumi sebagai akibat adanya
proses pematahan (faulting process) pada lapisan batuan pembentuk kulit bumi
(litosfera). Proses pematahan lapisan batuan pembentuk litosfera disebut SESAR.
1. GRABEN/ SLENK
Adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah
tersebut lebih rendah dari daerah sekitarnya, dikarenakan patahan/ sesar
yang mengalami penurunan.
2. HORST
Adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah
tersebut lebih tinggi dari daerah sekitarnya, dikarenakan patahan/ sesar
yang mengalami kenaikan.
3. FLEKSUUR
Adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah
tersebut mengalami penurunan atau kenaikan sebagian saja.
4. DEKSTRAL
Adalah patahan dengan arah horizontal, dimana posisi tanah yang
ada di depan kita bergeser kearah kanan.
5. SINISTRAL
Adalah patahan dengan arah horizontal, dimana posisi tanah yang
ada di depan kita bergeser kea rah kiri.
D. Proses Terjadinya Gempa bumi
Pada sarnya, para ahli membagi proses
terjadinya gempa bumi atau asal muasal gempa ke dalam dua kelompok
besar yakni:
1. Teori
Pergeseran Sesar
2. Teori
Kekenyalan Elastis atau elastic
rebound theory.
Menurut para ahli, gempa yang banyak terjadi disebabkan oleh
pergeseran lempengan sepanjang sesar dan terjadi secara tiba-tiba atau dikenal dengan
istilah sudden slip. Hal ini terjadi pasa lapisan kerak bumi. Lebih lanjut para
ahli berpendapat bahwa penyebab utama bencana gempa bumi prosesnya diawali
dengan sebuah gaya pergerakan yang terdapay di titik interior bumi. Gaya ini
dikenal juga dengan istilah gaya konveksi mantel. Proses gempa bumi ini dimulai
dari gaya konveksi mantel yang kemudian menekan bagian kerak bumi yang dikenal
juga dengan nama outer layer. Kerak ini memiliki sifat yang rapuh, dengan
demikian saat ia tak lagi bisa menahan gaya konveksi mantel ini maka sebagai
akibatnya sesar akan bergeser dan dirasakan manusia sebagai sebuah gempa.
Proses gempa bumi yang satu ini masuk ke dalam jenis gempa tektonik. Tentu jika
jenis gempanya vulkanik, buatan, tumbukan serta runtuhan, maka prosesnya akan
berbeda.
Namun, menurut para ahli, dari semua total gempa yang terjadi di
seluruh dunia, jenis gempa tektonik inilah yang mendominasi. Bahkan jenis gempa
vulkanik sendiri pun hanya mencapai 7% dari semua total gempa yang terjadi.
Proses terjadinya gempa vulkanik dimulai dari pergerakan material yang ada di
dalam saluran fluida. Gerakan ini biasanya dirasakan sesaat sebelum sebuah
gunung berapi meletus. Untuk jenis gempa buatan yang menggunakan dinamit
misalnya, prosesnya terjadi lantaran ada tekanan yang bersumber dari dinamit
tersebut. Ledakan dahsyat dari dinamit akan membuat wilayah target terguncang
dan terjadilah gempa buatan.
Sementara itu, proses
terjadinya gempa bumi tumbukan
selalu dimulai dari adanya benda luar angkasa yang berhasil sampai ke permukaan
bumi. Benda ini datang dengan kecepatan luar biasa sehingga saat mencapai badan
bumi, tekanan akan dirasasakan dalam bentuk gerakan atau getaran. Tingkatannya
tergantung penuh pada kekuatan benda luar angkasa tersebut.
E. Gempa Susulan
Gempa susulan adalah gempa bumi yang terjadi di wilayah
yang sama dengan gempa utama tetapi memiliki magnitudo yang lebih kecil dan
muncul dengan pola yang mengikuti hukum Omori. Hukum Omori (diperbaharui dengan
Hukum Omori yang dimodifikasi) adalah rumus empiris yang menghitung skala gempa
susulan. Omori mempublikasikan hasil penelitiannya pada 1894mengenai gempa
susulan, dimana ia menyatakan bahwa frekuensi gempa susulan menurun berdasarkan
resiprokal waktu setelah gempa utama terjadi.
Hukum lain yang menggambarkan gempa susulan juga dikenal sebagai
Hukum Bath yang mengatakan gempa utama umumnya memiliki gempa susulan yang
berkekuatan 1 (rata-rata 1,2) magnitudo lebih kecil dari kekuatan gempa
utamanya. Urut-urutan gempa susulan juga umumnya mengikuti skala
Guttenberg-Richter.
Gempa susulan sangat berbahaya karena selain tidak bisa
diramalkan, dapat berupa sebuah gempat dengan magnitudo besar dan dapat
menghancurkan bangunan-bangunan yang rusak dikarenakan gempa utama.
Gempa besar dapat memiliki gempa susulan yang lebih banyak dan
lebih kuat dimana kemunculannya dapat bertahan dalam hitungan tahun atau lebih
lama. Contohnya dapat dilihat pada New Madrid Seismic Zone dimana gempa susulan
masih bermunculan mengikuti hukum Omori setelah gempa utamanya pada 1811/1812.
Getaran gempa dari hiposentrum merambat dan menyebar ke segala
arah. Getaran itu berupa gelombang primer dan gelombang sekunder. Dari
episentrum, juga terjadi rambatan getaran di permukaan bumi dalam bentuk
gelombang panjang. Jadi, gelombang gempa dapat dibedakan atas:
1. gelombang primer (P): merupakan
gelombang longitudinal yang merambat di permukaan bumi dengan kecepatan 4-7 km
per detik
2. gelombang sekunder (S): berupa
gelombang transversal yang merambat di permukaan bumi dengan kecepatan 2-6 km
per detik
3. gelombang panjang (L): merupakan
gelombang permukaan dengan kecepatan lebih lambat.
F. Dampak Bencana Gempa Bumi
Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai
akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:
1. Berbagai bangunan roboh.
Peristiwa gempa bumi yang banyak terjadi di berbagai tempat di
dunia terutama di Indonesia sangat memberikan dampak bagi masyarakat maupun
keadaan alam yang ada. Hal utama yang bisa terjadi saat gempa bumi adalah
banyaknya bangunan yang roboh, ini membuat kebanyakan orang menjadi panik
bahkan ada yang harus kehilangan anggota keluarganya yang tertimbun runtuhan
bangunan. Dalam hal ini akan mempengaruhi psikologis seseorang yang harus
kehilangan keluarganya. Pada sektor ekonomi, hampir semua aktifitas
perekonomian terutama di perkantoran dan tempat perbelanjaan terhenti apabila
terjadi gempa bumi karena orang lebih mengutamakan keselamatan jiwanya, ini
akan mengurangi pendapatan di bidang ekonomi. Bahkan di rumah sakit banyak
pasien yang harus dikeluarkan dari rumah sakit untuk keselamatannya dan hal ini
secara tidak langsung akan mengurangi layanan kesehatan bagi para pasien.
Selain itu banyak bangunan bersejarah misalnya candi yang rusak karena gempa bumi,
padahal situs-situs ini sangat berharga bagi kelestarian budaya kita.
2. Tanah di permukaan bumi merekah, jalan
menjadi putus.
Dampak yang satu ini akan sangat mempengaruhi dalam sektor
perhubungan dan berbagai upaya memberi bantuan serta penyelamatan untuk para
korban gempa. Hal ini juga akan berdampak pada kelestarian flora dan fauna di
sekitar daerah terjadinya gempa karena banyak pepohonan yang tumbang dan
hewan-hewan yang panik banyak yang terjatuh dalam belahan tanah yang ada.
3. Tanah longsor akibat guncangan.
Tanah longor lebih berdampak pada rusaknya daerah gempa yang
bisa mengancam keberadaan manusia maupun flora dan fauna yang ada di
sekitarnya. Dengan adanya longsor banyak korban yang meninggal tertimbun tanah
longsoran tersebut, pohon tumbang dan banyak hewan yang mati. Ini dapat membuat
keadaan sosial di tempat tersebut akan berubah, yang dulunya keluarganya masih
utuh kini harus ada yang hilang. Yang dulunya hewan ternak banyak kini tinggal
sedikit dan yang dulunya masih banyak pepohonan kini tinggal sedikit karena
yang tersisa hanya hamparan tanah saja.
4. Terjadi banjir, akibat rusaknya
tanggul.
Dengan terjadinya banjir, maka berbagai aspek akan mengalami
gangguan bahkan kerusakan. Seperti terendamnya rumah warga, hanyutnya hewan
ternak dan yang lebih mengkhawatirkan lagi banjir dapat menimbulkan berbagai
penyakit.
5. Gempa yang terjadi di dasar laut dapat
menyebabkan tsunami (gelombang pasang).
Inilah dampak yang paling membahayakan dari gempa bumi, karena
tsunami dapat merusak semua sektor dan unsur yang ada. Dan tsunami juga dapat
menambah kerugian yang sudah diakibatkan oleh gempa bumi sebelumnya.
Adapun salah
satu ayat yang berhubungan dengan materi metode geomagnetik adalah Qs
al-Anbiyah ayat 30:
óOs9urr&tttûïÏ%©!$#(#ÿrãxÿx.¨br&ÏNºuq»yJ¡¡9$#uÚöF{$#ur$tFtR%2$Z)ø?u$yJßg»oYø)tFxÿsù($oYù=yèy_urz`ÏBÏä!$yJø9$#¨@ä.>äóÓx«@cÓyr(xsùr&tbqãZÏB÷sãÇÌÉÈ
30. dan Apakah orang-orang yang
kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah
suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami
jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?
DAFTAR PUSTAKA






Tidak ada komentar:
Posting Komentar