SEISMOLOGI

OLEH:
MEILDASARY
ROMAN
60400114019
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
2016
A.
PENGERTIAN SEISMOLOGI
Ilmu yang mempelajari
tentang gempa disebut dengan seismologi.Seismologi berasal dari
dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu seismos yang berarti
getaran atau goncangan dan logos yang berarti risalah atau
ilmu pengetahuan. Orang Yunani menyebut gempa bumi dengan kata-kata seismos
tes ges yang berarti Bumi bergoncang atau bergetar. Â Ilmu ini
mengkaji tentang apa yang terjadi pada permukaan bumi disaat gempa, bagaimana
energi goncangan merambat dari dalam perut bumi ke permukaan, dan bagaimana
energi ini dapat menimbulkan kerusakan, serta proses tumbukan antar lempeng
pada sesar bumi yang menyebabakan terjadinya gempa. Dengan demikian, secara
sederhana seismologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari fenomena
getaran pada bumi, atau dengan kata sederhana, ilmu mengenai gempa bumi.
Seismologi merupakan bagian dari ilmu geofisika.
B.
PERKEMBANGAN SEISMOLOGI
Seismologi adalah ilmu
yang mempelajari tentang gempa bumi dan struktur dalam bumi dengan menggunakan
gelombang seismik yang dapat di timbulkan dari gempa bumi atau sumber lain
Pada hakikatnya
seismologi lahir sejak manusia tertarik untuk mengkaji fenomena alam
yang berupa gempa bumi. Dari rasa ketertarikan ini mereka berusaha
untuk mengungkap tentang mengapa, bagaiman, maupun untuk apa gempa bumi
itu terjadi. Seirang dengan tinggak peradaban ilmu, muncul kajian-kajian khusus
tentang gempa bumi, seperti mekanisme terjadinya gempa bumi, dampak yang di
timbulkan gempa bumi, perancangan alat perekam gempa bumi, diskripsi teoristik
melaluai pemodelan, maupun pemanfaatan informasi yang di indikasikan oleh gempa
bumi. Seismologi telah berkembang tidak hanya mempelajari tentang gempa bumi
semata, tetapi mengkaji tentang gelombang-gelombang yang di bangkitkan oleh
gempa bumi atau gempa buatan da n juga kajian tentang perameter-parameter yang
dapat disimpulkan dari pelajaran gelombang-gelombang tersebut.
Berdasarkan posisi sumber gempa terhadap lokasi
seismograf, secara umum gempa bumi diklarifikasikan, menjadi dua katagori
yaitu:
1.
Gempa bumi dekat atau
lokal
Gempa lokal adalah
gempa dengan jarak episenternya terhadap stasiun pencatat tidak
melebihi dari beberapa ratus kilometer, sehingga kkelengkungan bumi dapat
diabaikan, gempa lokal di manfaatkan untuk mengetahui struktur permukaan bumi
termaksut di dalamnya adalah gempa buatan yabg dilakukan terhadap
seismik eksplorasi
2.
Gempa bumi jauh atau
teleseimik
Telesesmik adalah
gempa dengan jarak episenternya terhadap stasiun pencatat lebih dari 1000
kilometer katagori gempa ini memberikan peranan penting dalam
penentuan struktur bagian dalam bumi, seperti yang di bahas dalam
paper ini.
C.
BEBERAPA ISTILAH DALAM
SEISMOLOGI
Ada beberapa istilah
yang seting di gunakan dalam pembahasan seismologi, diantaranya:
a)
Hiposenter adalah puast gempa di dalam bumi yang biasa juga disebut
titik fokus gempa .
b)
Episenter adalah proyeksi hiposentar kebidang
permukaan bumi.
c)
Origin time atau waktu asal adalah
waktu saat terjadadinya hiposenter.
d)
Travel time atau waktu tempuh adaah waktu yang dibutuhkan oleh
gelombanng gempa untuk menjalar dari hiposenter ke waktu pencatattrevel time di
tentukan dari waktu tiba (arival time)
gelombang seismograf di kurangi dengan original time.
e)
Seismometer, seismograf dan seismogram.
Seismometer adalah alat yang
digunakan untuk merespon getaran tanah akibat gempa bumi. Seismograf adalah
gabungan antara seismometer dan alat pereka. Seismogram hasil rekaman
seismograf.
D.
PEMBANGKIT GELOMBANG
SEISMK
Gelombang seismik pada
dasarnya merupan gelombang elastik yang menjalar melalui media bumi.
Pembangkitan gelombnag seismik dapat di lakukan dengan dua metode, yaitu:
1.3.1. Metode aktif.
Metode aktif biasanya digunakan pada seismik eksplorasi, yaitu
dengan peledakan dinamik, pemukulan dengan palu dan sebagainya.
1.3.2. Metode pasif.
Metode pasif memanfaatkan gejala-gejala alam yang sudah
ada, seperti gempa
bumi, baik yang diakibatkan letusan gunung berapia maupun gempa
tektonik
Pada saat terjadinya
gempa bumi sejumlah energi dilepaskan dari sumber gempa atau titik fokus.
Energi ini akan di pancarkan kesegala arah melalui usikan yang menjalar ke
seluruh bagian bumi dalam medium elastik.
E.
GEMPA BUMI
Gempa bumi adalah getaran yang terjadi
permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi
(lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal
terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu
bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan
itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.
Gempa bumi terjadi setiap hari di bumi, namun
kebanyakan kecil dan tidak menyebabkan kerusakan apa-apa. Gempa bumi kecil juga
dapat mengiringi gempa bumi besar, dan dapat terjadi sesudah, sebelum, atau
selepas gempa bumi besar tersebut.
Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat yang
dinamakan Pengukur Richter. Gempa bumi dibagi ke dalam skala dari satu hingga
sembilan berdasarkan ukurannya (skala Richter). Gempa bumi juga dapat diukur
dengan menggunakan ukuran Skala Mercalli.
F.
PENYEBAB TERJADINYA
GEMPA
Kebanyakan gempa bumi
disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan
oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan
akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi
oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi. Gempa bumi
biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang
paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan
translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi
lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman
lebih dari 600 km. Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena
pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi
gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang
namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik
dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga
dapat terjadi karena injeksi atau ekstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh.
pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain
Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal
ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan
pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga
seismisitas terinduksi.
JENIS JENIS GEMPA
Sebenarnya gempa yang
terjadi setiap hari namun tidak terasa oleh manusia , hanya lalat seismograf
saja yang bias mencatatnya dan tidak semua gempa dapat mengakibatkan kerusakan.
Ada beberapa macam penyebab terjadinya gempa antara lain:
·
Keruntuhan dalam gua akibat terjadinya tanah runtuh dalam gua (di dalam
tanah)Maka terjadi getaran di permukaan tanah di sekitar gua tersebut. Gempa
runtuhan atau terban merupakan gempa bumi yang terjadi akibat runtuhan tanah
atau batuan.
·
Tumbukan antara meteor dan permukaan bumi pada saat meteor
yamg jatuh ke bumi maka terjadilah tumbukan yang sangat keras antara meteor dan
peermukaan tanah sehingga tanah disekitar meteor itu bergerak.
·
Peristiwa vulkanisme yaitu kegiatan gunung api yang meletus. Pada waktu
terjadinya getaran-getaran tanah disekitar gunung api.\
·
Peritiwa tektonik. Yaitu gerakan lempeng /
kerak bumi. Seperti di ketahui bahwa kullit bumi.
Focus gempa sering
juga disebut hyposenter. Kedalaman dari focus ini sangat menentukan
pengaruh getaran trehadap suatu lokasi. Berdasarkan kedalalam focus
gempa ini, maka gempa dapat digolongkan menjadi:
1.6.1. Gempa dangkal
yaitu gempa dengan focus 0-70 km.
1.6.2. Gempa menengah
yaitu gempa gengan fkus 70-300 km.
1.6.3. Gempa dalam yaitu gempa dengan focus 300-700 km.
Gempa dengan focus dangkal mengakibatkan
kerusakan lebih parah disbanding dengan menengah dan dalam. Sekitar
2/3 energi gempa yang di lepaskan di seluruh dunia bersumber dari gempa focus
dangkal.
G.
GELOMBANG GEMPA
Pada dasarnya ada dua
jenis gelombang yang dilepas pada saat terjadi gempa, yaitu Gelombang Badan (Body
Waves) dan Gelombang Permukaan (Surface Wave). Gelombang badan
ada dua jenis, yaitu Gelombang P (Primer) dan Gelombang S (Secunder).
Gelombang permukaan ada dua jenis, yaitu Gelombang R (Rayleigh) dan Gelombang L (Love).
Gelombang P merambat
pada arah longitudinal, dengan cara memampat dan mengembang searah dengan arah
rambatan. Kecepatan perambatan gelombang P antara 1,4 sampai dengan 6,4
km/detik. Gelombang S merambat pada arah transversal. Perambatan dari Gelombang
S ini disertai juga dengan gerakan berputar sehingga dapat lebih membahayakan
di bandingkan Gelombang P. Kecepatan perambatan Gelombang S sekitar 2/3 kali
kecepatan Gelombang P. Karena perbedaan kecepatan rambat dari kedua gelombang
ini, maka dari hasil rekaman Gempa, dapat diperkirakan jarak sumber
gempanya berdasarkan selisih waktu tiba antara kedua gelombang tersebut pada
alat seismograf. Gelombang R dan Gelombang L hanya merambat di permukaan tanah
saja. Gelombang R arah gerakannya pada bidang vertikal, sedangkan Gelombang L
bergerak transversal pada bidang horisontal. Adapun jenis jenis gempa antara
lain:
1)
Gelombang Primer.
Gelombang Primer adalah gelombang gempa yang
tercepat. Gelombang P ini dapat merambat melalui media padat dan cair, seperti
lapisan batuan, air atau lapisan cair bumi. Pada saat merambat, gelombang ini
akan menekan media batuan yang dilewatinya. Mekanisme perambatan Gelombang P
yang menekan lapisan batuan, identik dengan mekanisme terjadinya getaran pada
jendela kaca saat terjadi suar*a petir yang keras. Jendela bergetar karena
adanya tekanan dari gelombang suara pada kaca jendela. Pada saat terjadi gempa,
pengaruh dari Gelombang P dapat dirasakan berupa getaran.
2)
Gelombang Skunder
Jenis kedua dari Gelombang Badan adalah
Gelombang S, yang merupakan gelombang kedua yang dapat dirasakan pada
saat gempa. Gelombang S lebih lambat dari pada Gelombang P, dan
hanya dapat merambat melalui batuan padat. Arah gerakan dari gelombang ini
naik-turun atau bergerak menyamping.
3)
Gelombang permukaan
Jenis pertama dari Gelombang Permukaan disebut
Gelombang L. Gelombang ini diberi nama sesuai dengan nama penemunya yaitu
A.E.H. Love seorang ahli matematika dari Inggris yang mengerjakan model
matematika untuk jenis gelombang ini di pada 1911. Gelombang ini adalah yang
tercepat dan menggerakkan tanah dari samping ke samping.
4)
Gelombang permukaan lainya
Jenis Gelombang Permukaan lainnya adalah
Gelombang R. Keberadaan dari gelombang ini diperkirakan secara matematika oleh
W.S. Rayleigh pada 1885. Pada saat merambat, Gelombang R akan menggulung media
yang dilewatinya, dimana gerakan dari gelombang ini mirip dengan gerakan
gelombang air di laut. Karena gerakan yang menggulung ini, maka lapisan tanah
atau batuan akan naik dan turun, dan akan ikut bergerak searah dengan gerakan
gelombang. Kebanyakan goncangan dari gempaberhubungan erat dengan
Gelombang R ini. Pengaruh kerusakan yang diakibatkan oleh Gelombang R dapat
lebih besar dibandingkan gelombang-gelombang gempa lainnya.
Adapun salah satu ayat yang
berhubungan dengan materi adalah Qs al-Anbiyah ayat 30:
óOs9urr&tttûïÏ%©!$#(#ÿrãxÿx.¨br&ÏNºuq»yJ¡¡9$#uÚöF{$#ur$tFtR%2$Z)ø?u$yJßg»oYø)tFxÿsù($oYù=yèy_urz`ÏBÏä!$yJø9$#¨@ä.>äóÓx«@cÓyr(xsùr&tbqãZÏB÷sãÇÌÉÈ
30. dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya
langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami
pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.
Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar