METODE-METODE GEOFISIKA

OLEH:
MEILDASARY
ROMAN
60400114019
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2016
METODE-METODE GEOFISIKA
Metode
geofisika dibagi menjadi dua kategori yaitu metode pasif dan aktif. Metode
pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi.
Metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan kemudian mengukur
respons yang dilakukan oleh bumi. Medan alami yang dimaksud disini ialah
misalnya radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnetik
bumi, medan listrik dan elektromagnetik bumi serta radioaktivitas bumi. Metode
– metode geofisika, yaitu :
- Seismic
- Gravitasi
- Magnet
- Resistivitas /
geolistrik
- Elektromangnetik
Beberapa metode tersebut di atas atau bisa disebut
sebagai geofisika terapan lebih sering digunakan untuk eksplorasi pertambangan,
tetapi tidak hanya dalam bidang pertambangan metode ini khususnya metode
seismic juga bermanfaat untuk bidang kebencanaan khususnya gempa bumi. Secara
umum, metode geofisika dibagi menjadi dua kategori yaitu metode pasif dan
aktif. Metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh
bumi. Metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan kemudian mengukur
respons yang dilakukan oleh bumi. Medan alami yang dimaksud disini misalnya
radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnetik bumi, medan
listrik dan elektromagnetik bumi serta radiasi radioaktivitas bumi. Medan
buatan dapat berupa ledakan dinamit, pemberian arus listrik ke dalam tanah,
pengiriman sinyal radar dan lain sebagainya.
Secara praktis,
metode yang umum digunakan di dalam geofisika tampak seperti tabel di bawah
ini:
|
Metode
|
Parameter
yang diukur
|
Sifat-sifat
fisika yang terlibat
|
|
Densitas
dan modulus elastisitas yang menentukan kecepatan rambat gelombang seismik
|
||
|
Variasi
harga percepatan gravitasi bumi pada posisi yang berbeda
|
Densitas
|
|
|
Magnetik
|
Variasi
harga intensitas medan magnetik pada posisi yang berbeda
|
Suseptibilitas
atau remanen magnetik
|
|
Resistivitas
|
Harga
resistansi dari bumi
|
Konduktivitas
listrik
|
|
Polarisasi
terinduksi
|
Tegangan
polarisasi atau resistivitas batuan sebagai fungsi dari frekuensi
|
Kapasitansi
listrik
|
|
Potensial
diri
|
Potensial
listrik
|
Konduktivitas
listrik
|
|
Elektromagnetik
|
Respon
terhadap radiasi elektromagnetik
|
Konduktivitas
atau Induktansi listrik
|
|
Radar
|
Waktu
tiba perambatan gelombang radar
|
1. Metode Elektromagnet
Metode elektromagnetotelurik merupakan metode geofisika
yang sangat populer dan sering digunakan dalam survey geologi, rekayasa, dan
arkeologi dalam segala variasi. Akan tetapi, analisa data dan pemodelan
biasanya dilakukan setelah kembali ke base camp atau laboratorium. Jika data
dapat diproses secepat proses akuisisi, maka kita dapat memodifikasi
konfigurasi atau distribusi titik pengamatan di lapangan jika diperlukan,
sehingga akan lebih menghemat waktu dan biaya. Untuk keperluan tersebut, maka
dikembangkan suatu cara transformasi untuk mempercepat proses analisis data,
terutama untuk jumlah data yang sangat besar.
2. Metode Geo-radar
Metode Georadar atau disebut juga dengan metoda Elektromagnetik Subsurface Profilling merupakan salah satu metode Geofisika untuk memetakan bawah permukaan yang relatif dangkal. Metoda ini menggunakan prinsip-prinsip gelombang elektromagnetik yang kedalaman penetrasi dan besarnya amplitudo yang terekam sangat tergantung pada sifat kelistrikan dari batuan/media bawah permukaan dan frekuensi peralatan yang digunakan.
3. Metode Seismik
Metoda seismik adalah salah satu metoda eksplorasi
yang didasarkan pada pengukuran respon gelombang seismik (suara) yang
dimasukkan ke dalam tanah dan kemudian direleksikan atau direfraksikan
sepanjang perbedaan lapisan tanah atau batas-batas batuan. Sumber seismik
umumnya adalah palu godam (sledgehammer) yang dihantamkan pada pelat besi di
atas tanah, benda bermassa besar yang dijatuhkan atau ledakan dinamit. Respons
yang tertangkap dari tanah diukur dengan sensor yang disebut geofon, yang
mengukur pergerakan bumi. Metode seismik merupakan salah satu bagian dari
seismologi eksplorasi yang dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, dimana
pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber seismic (palu, ledakan, dll).
Setelah usikan diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium
(tanah/batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan
mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan.
Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai
fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat diperkirakan bentuk
lapisan/struktur di dalam tanah. Eksperimen seismik aktif pertama kali
dilakukan pada tahun 1845 oleh Robert Mallet, yang oleh kebanyakan orang
dikenal sebagai bapak seismologi instrumentasi. Mallet mengukur waktu transmisi
gelombang seismik, yang dikenal sebagai gelombang permukaan, yang dibangkitkan
oleh sebuah ledakan. Mallet meletakkan sebuah wadah kecil berisi merkuri pada
beberapa jarak dari sumber ledakan dan mencatat waktu yang diperlukan oleh
merkuri untuk be-riak. Pada tahun 1909, Andrija Mohorovicic menggunakan waktu
jalar dari sumber gempa bumi untuk eksperimennya dan menemukan keberadaan
bidang batas antara mantel dan kerak bumi yang sekarang disebut sebagai Moho.
Pemakaian awal observasi seismik untuk eksplorasi minyak dan mineral dimulai pada tahun 1920an. Teknik seismik refraksi digunakan secara intensif di Iran untuk membatasi struktur yang mengandung minyak. Tetapi, sekarang seismik refleksi merupakan metode terbaik yang digunakan di dalam eksplorasi minyak bumi. Metode ini pertama kali didemonstrasikan di Oklahoma pada tahun 1921.Perbandingan metode seismik dengan metode geofisika lainnya.
Keunggulan :
Pemakaian awal observasi seismik untuk eksplorasi minyak dan mineral dimulai pada tahun 1920an. Teknik seismik refraksi digunakan secara intensif di Iran untuk membatasi struktur yang mengandung minyak. Tetapi, sekarang seismik refleksi merupakan metode terbaik yang digunakan di dalam eksplorasi minyak bumi. Metode ini pertama kali didemonstrasikan di Oklahoma pada tahun 1921.Perbandingan metode seismik dengan metode geofisika lainnya.
Keunggulan :
·
Dapat mendeteksi variasi baik
lateral maupun kedalaman dalam parameter fisis yang relevan, yaitu kecepatan
seismik.
·
Dapat menghasilkan citra kenampakan
struktur di bawah permukaan.
·
Dapat dipergunakan untuk membatasi
kenampakan stratigrafi dan beberapa kenampakan pengendapan.
·
Respon pada penjalaran gelombang
seismik bergantung dari densitas batuan dan konstanta elastisitas lainnya.
Sehingga, setiap perubahan konstanta tersebut (porositas, permeabilitas,
kompaksi, dll) pada prinsipnya dapat diketahui dari metode seismik.
·
Memungkinkan untuk deteksi langsung
terhadap keberadaan hidrokarbon.
Kelemahan :
·
Banyaknya data yang dikumpulkan
dalam sebuah survei akan sangat besar jika diinginkan data yang baik.
·
Perolehan data sangat mahal baik
akuisisi dan logistik dibandingkan dengan metode geofisika lainnya.
·
Reduksi dan prosesing membutuhkan
banyak waktu, membutuhkan komputer mahal dan ahli-ahli yang banyak.
·
Peralatan yang diperlukan dalam
akuisisi umumnya lebih mahal dari metode geofisika lainnya.
·
Deteksi langsung terhadap
kontaminan, misalnya pembuangan limbah, tidak dapat dilakukan.
Seismologi mulai berkembang menjadi ilmu modern saat kota Lisboa, Portugal hancur lebur akibat gempa besar yang terjadi pada tanggal 1 November 1755. Dasar teori yang digunakan oleh ilmu seismologi adalah teori elastisitas yang dikembangkan oleh Cauchy dan Poisson.
Penelitian geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah
permukaan bumi melibatkan pengukuran diatas permukaan bumi dari
parameter-parameter fisika yang dimiliki oleh batuan di dalam bumi. Dari
pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana sifat-sifat dan kondisi di bawah
permukaan bumi baik itu secara vertikal maupun horisontal.
Dalam skala yang berbeda, metode geofisika dapat diterapkan secara global yaitu untuk menentukan struktur bumi, secara lokal yaitu untuk eksplorasi mineral dan pertambangan termasuk minyak bumi dan dalam skala kecil yaitu untuk aplikasi geoteknik (penentuan pondasi bangunan dll). Targetan observasi harus mempunyai kontras densiti yang jelas (significant) agar dapat dideteksi oleh gravimetri. Grid (lintasan) yang umum digunakan cukup lebar yaitu antara 200 m s/d 1 km (500 ft s/d 1 mil). Setiap titik pengamatan diusahakan bebas dari angin, pohon-pohon, pengaruh (getaran) tanah, dll. Elevasi setiap titik observasi harus diketahui dengan akurat karena akan diperhitungkan dalam pengkoreksian hasil pembacaan alat. Begitu juga dengan waktu setiap pengukuran. Adanya variasi medan gravitasi bumi ditimbulkan oleh adanya perbedaan rapat massa (density) antar batuan. Adanya suatu sumber yang berupa suatu massa (masif, lensa, atau bongkah besar) di bawah permukaan akan menyebabkan terjadinya gangguan medan gaya berat (relatif). Adanya gangguan ini disebut sebagai anomali gaya berat. Karena perbedaan medan gayaberat ini relatif kecil maka diperlukan alat ukur yang mempunyai ketelitian yang cukup tinggi. Alat ukur yang sering digunakan adalah Gravimeter.
Dalam skala yang berbeda, metode geofisika dapat diterapkan secara global yaitu untuk menentukan struktur bumi, secara lokal yaitu untuk eksplorasi mineral dan pertambangan termasuk minyak bumi dan dalam skala kecil yaitu untuk aplikasi geoteknik (penentuan pondasi bangunan dll). Targetan observasi harus mempunyai kontras densiti yang jelas (significant) agar dapat dideteksi oleh gravimetri. Grid (lintasan) yang umum digunakan cukup lebar yaitu antara 200 m s/d 1 km (500 ft s/d 1 mil). Setiap titik pengamatan diusahakan bebas dari angin, pohon-pohon, pengaruh (getaran) tanah, dll. Elevasi setiap titik observasi harus diketahui dengan akurat karena akan diperhitungkan dalam pengkoreksian hasil pembacaan alat. Begitu juga dengan waktu setiap pengukuran. Adanya variasi medan gravitasi bumi ditimbulkan oleh adanya perbedaan rapat massa (density) antar batuan. Adanya suatu sumber yang berupa suatu massa (masif, lensa, atau bongkah besar) di bawah permukaan akan menyebabkan terjadinya gangguan medan gaya berat (relatif). Adanya gangguan ini disebut sebagai anomali gaya berat. Karena perbedaan medan gayaberat ini relatif kecil maka diperlukan alat ukur yang mempunyai ketelitian yang cukup tinggi. Alat ukur yang sering digunakan adalah Gravimeter.
Metoda geofisika merupakan salah satu metoda yang umum
digunakan dalam eksplorasi endapan bahan galian. Metoda ini tergolong kepada
metoda tidak langsung, dan sering digunakan pada tahapan eksplorasi pendahuluan
(reconnaissance), mendahului kegiatan-kegiatan eksplorasi intensif lainnya.
Adapun tahapan-tahapan pekerjaan yang umum digunakan
dalam metoda geofisika, yaitu:
1.
Survei pendahuluan (penentuan
lintasan)
2.
Pemancangan (penandataan
titik-titik ukur) dalam areal target
3.
Pengukuran lapangan
4.
Pembuatan peta-peta geofisika
5.
Penarikan garis-garis
isoanomali
6.
Penggambaran profile
7. Interpretasi
anomal
Adapun salah
satu ayat yang berhubungan dengan materi metode-metode geofisika adalah Qs
al-Anbiyah ayat 30:
óOs9urr&tttûïÏ%©!$#(#ÿrãxÿx.¨br&ÏNºuq»yJ¡¡9$#uÚöF{$#ur$tFtR%2$Z)ø?u$yJßg»oYø)tFxÿsù($oYù=yèy_urz`ÏBÏä!$yJø9$#¨@ä.>äóÓx«@cÓyr(xsùr&tbqãZÏB÷sãÇÌÉÈ
30. dan Apakah orang-orang yang
kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah
suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami
jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?
KESIMPULAN
Metode
geofisika dibagi menjadi dua kategori yaitu metode pasif dan aktif. Metode
pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi.
Metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan kemudian mengukur
respons yang dilakukan oleh bumi. Medan alami yang dimaksud disini ialah
misalnya radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnetik
bumi, medan listrik dan elektromagnetik bumi serta radioaktivitas bumi. Metode
– metode geofisika, yaitu :
1)
Seismic
2)
Gravitasi
3)
Magnet
4)
Resistivitas / geolistrik
5)
Elektromangnetik
DAFTAR
PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Geofisika
http://hakimbmkg.blogspot.co.id/2013/03/pendahuluan-geofisika.html
http://geofisika-ceria.blogspot.co.id/2010/12/teknik-survei-magnetik.html
http://geofisika-ceria.blogspot.co.id/2010/12/teknik-survei-magnetik.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar